Senin, 28 November 2011

Laporan Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah


LAPORAN PRAKTIKUM
Penetapan AL-dd dan H-dd


Praktikum ke               : 4 (Empat)                 
Shift                             :D1
Tanggal/jam               :2-10-2011/08.00-10.00
Tujuan                         :Mengetahui Al-dd dan H-dd tanah
                       
BAB I
Landasan Teori
Penetapan Al-dd dapat dilakukan melalui uji tanah. Tanah yang  mengandung ion-ion (-) sehingga kation yang dapat dipertukarkan hanyalah kation yang menempel pada tanah diantaranya Ca+,Mg,K,Na, dll. Penetapan Al-dd jugan dapat dilakukan dengan menggunakan larutan NaOH 0,1 N,HCl 0,1 N, dan 10 ml NaF. Tanah yang mengandung mineral liat smektit mempunyai prospek yang cukup besar untuk diolah menjadi lahan pertanian tanaman pangan jika dibarengi dengan pengelolaan tanaman dan tanah yang tepat. Tanah yang mengandung mineral liat smektit umumnya terdapat pada order Vertisol dan order lain bersubgrup vertik.(Nursyamsi.dkk, 2008). Tanah-tanah vertik mempunyai sifat irreversible terhadap pengeringan namun intensitasnya rendah.
Pengeringan contoh tanah juga menurunkan nilai pH H2O, pH KCL, H-dd, EA, Ca-dd, Mg-dd, Na-dd, jumlah basa, dan KB, serta meningkatkan nilai Al-dd, K-dd, KTK tanah, dan C-organik. Pengaruh perlakuan sangat nyata terhadap perubahan nilai pH, H-dd, Al-dd, EA, Ca-dd, Mg-dd, K-dd, jumlah basa, dan KB, tetapi tidak nyata terhadap nilai Na-dd, KTK tanah,dan organic. Sifat irreversible dicerminkan oleh sebagian besar sifat kimia kecuali pH, Al-dd, K-dd, C-organik, dan KTK tanah. Rata-rata nilai perubahan sifat tanah vertik yang disebabkan pengeringan contoh tanah umumnya kecil dari segi Ilmu Tanah, kecuali Mg dan Na. Hasil klasifikasi tanah vertik menurut Sistem Taksonomi Tanah tidak dipengaruhi oleh pengeringan contoh. Namun pengeringan menurunkan kualitas data penciri klasifikasi. Dengan demikian kelembaban contoh tanah yang lebih tepat untuk persiapan analisis labolatorium adalah lembab lapang, kecuali untuk C-organik lebih baik kering udara. Contoh lembab tanah bersifat vertik dapat dipersiapkan dari contoh kering udara yang telah diayak sesuai kebutuhan dan selanjutnya dilembabkan dengan inkubasi kira-kira satu minggu.( Djunaedi, 1992).
Al-dd merupakan unsur yang sering dijumpai dalam tanah dan sangat menentukan kualitas tanah, karena ketersediaan unsur ini berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan tanaman dengan cara berinteraksi meracuni perakaran, khususnya tanah masam yang erat hubungannya dengan persentase ion H+ dan Al3+ yang dipertukarkan karena Aluminium merupakan sumber keasaman yang sangat penting. Dengan persentase Al-dd yang tinggi berarti menunjukkan tingkat kemasaman suatu jenis tanah. Semakin masam suatu tanah, berarti pHnya menurun sehingga ketersediaan unsur hara dalam tanah semakin menurun karena kemampuan unsur Al untuk mengikat unsure P membentuk Al-P yang tidak tersedia dan tidak dapat diserap oleh akar tanaman.

BAB II
Alat dan Bahan
1.     Alat

Alat-Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
·         Pipet Tetes
·         Erlenmeyer,Tabung
·         Botol Kocok
·         Kertas Saring,Saringan
·         Serbet
·         Dll



2.     Bahan

Bahan-Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
·         Tanah
·         NaOH
·         HCl
·         NaF
·         Indikator PP
·         Aquades
·         Dls


CARA KERJA:

1.      Memasukkan 5 gr tanah yang telah ditimbang sebelumnya  kedalam erlenmeyer 250 ml yang telah disiapkan,setelah itu
2.      Ditambahkan 50 ml,1 N HCl,lalu menutup erlenmeyer dengan plastik dan dikocok selama 15 menit
3.      Melakukan penyaringan dengan kertas saring,lalu ditampung kedalam tabung atau erlenmeyer
4.      Kemudian di pipet hasil saringan 25 N kedalam erlenmeyer dan ditambah dengan 5 tetes indikator PP.
5.      Lalu titer dengan 0,1 N           NaOH sampai menghasilkan warna merah muda,sembari mencatat NaOH yang terpakai
6.      Menambahkan 0,1 ml N HCL kira-kira 1 tetes,sehingga warna merah terulang
7.      Kemudian menambahkan 10 ml 4% NaF yang akan mengakibatkan warna merah akan timbul kembali.
8.      Setelah itu Titer dengan 0,1 N HCL sampai warna merah hilang kembali,dan mencatat HCL yang terpakai.




BAB III
Hasil dan Pembahasan

§  Hasil
Kelompok
Hasil Analisis Al-dd dan H-dd
ml NaOH
ml HCL
Al-dd ml/100 gr
H-dd ml/100 gr
Kelompok  1
3,2
2,8-
1,070048
0,082208
Kelompok 2
2,9
2,4
0,917184
0,127048
Kelompok 3
2,8
2.5
0,9554
0,052024
Kelompok 4
2,8
2,3
0,878968
0,129256
Konsentrasi NaOH    = 0,009002 N
Konsentrasi HCl        = 0,009554 N

§  Pembahasan
Ml H-dd/100 gr = (ml NaOH x M NaOH)=(ml HCl x N HCl) x 40
Ml AL-dd/100 gr = (ml HCl x N HCl)





Kelompok  1
 
1. ml Al-dd/100 gr      = (ml HCL x N HCL) x 40
= (2,8 x 0,009554) x40
                                                            = 0,0267512 x 40
                                                            = 1,070048 ml/100 gr
                          2. ml H-dd/100 gr     = (ml NaOH x N NaOH) - (ml HCL x N HCL) x 40
= (3,2 x 0,009002) - (2,8 x 0,009554) x 40
= (0,0288064 - 0,0267512) x 40
= 0,0020552 x 40
= 0,082208 ml/100 gr
Kelompok  2

1. ml Al-dd/100 gr      = (ml HCL x N HCL) x 40
= (2,4 x 0,009554) x40
                                                            = 0,0229296 x 40
                                                            = 0,917184 ml/100 gr
                          2. ml H-dd/100 gr     = (ml NaOH x N NaOH) - (ml HCL x N HCL) x 40
= (2,9 x 0,009002) - (2,4 x 0,009554) x 40
= (0,0261058 - 0,0229296) x 40
= 0,0031762 x 40
= 0,127048 ml/100 gr
Kelompok  3

1. ml Al-dd/100 gr      = (ml HCL x N HCL) x 40
= (2,5 x 0,009554) x40
                                                            = 0,023885 x 40
                                                            = 0,9554 ml/100 gr
                          2. ml H-dd/100 gr     = (ml NaOH x N NaOH) - (ml HCL x N HCL) x 40
= (2,8 x 0,009002) - (2,5 x 0,009554) x 40
= (0,0252056 - 0,023885) x 40
= 0,0013206 x 40
= 0,052024 ml/100 gr
Kelompok  4

1. ml Al-dd/100 gr      = (ml HCL x N HCL) x 40
= (2,3 x 0,009554) x40
                                                            = 0,0219742x 40
                                                            = 0,878968 ml/100 gr

                          2. ml H-dd/100 gr     = (ml NaOH x N NaOH) - (ml HCL x N HCL) x 40
= (2,8 x 0,009002) - (2,5 x 0,009554) x 40
= (0,0252056 - 0,0219742) x 40
= 0,032314 x 40
= 0,129256 ml/100 gr

Kesimpulan

     Kegiatan praktikum ke ini mengenai penetapan kadar Al-dd dan H-dd dari tanah sampel yang diambil dari kebun percobaan Universitas Jambi, Mendalo - Muaro Jambi adalah mahasiswa dapat menganalisis penetapan Al-dd dan H-dd tanah dari sampel yang diambil dari lapangan dengan menggunakan alat yang tersedia di laboratorium dan dengan menambahkan 10 ml 4% NaF timbul kembali warna merah muda yang menandakan bahwa tanah sampel yang di analisis mengandung Al dan begitu juga analisis H-dd.



Daftar Pustaka

1.      Hardjowigeno, Sarwono. 2010. Ilmu Tanah. Akapres : Jakarta.
2.      Achmad H. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung, PT Citra Aditya Bakti.
4.      Hardjowigeno.Sarwo.2010.ilmu Tanah.jakarta:Akapres
5.      LaporanPraktikumpertanian. Blogspot. Com tgl 15 Oktober 2011






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar