Senin, 28 November 2011

Menganalisis PH ( Keasaman ) Tanah


LAPORAN PRAKTIKUM
Menganalisis PH (keasaman) tanah

Praktikum ke               : 3                   
Shift                             :D1
Tanggal/jam                  : 25-10-2011/08.00-10.00
Tujuan                           : Mengetahui PH (keasaman) tanah


BAB I
LANDASAN TEORI

Keasaman dalam larutan itu dinyatakan sebagai kadar ion hidrogen disingkat dengan [H+], atau sebgai pH yang artinya –log [H+]. Dengan kata lain pH merupakan ukuran kekuatan suatu asam. pH suatu larutan dapat ditera dengan beberapa cara antara lain dengan jalan menitrasi lerutan dengan asam dengan indikator atau yang lebih teliti lagi dengan pH meter. pH berkisar antara 10-1 sampai 10-12 mol/liter. Makin tinggi konsentrasi ion H, makin rendah –log [H+] atau pH tanah, dan makin asam reaksi tanah. Pada umumnya, keasaman tanah dibedakan atas asam, netral, dan basa. Ion H+ dihasilkan oleh kelompok organik yang dibedakan atas kelompok karboksil dan kelompok fenol. Tipe keasaman aktif atau keasaman actual disebabkan oleh adanya Ion H+ dalam larutan tanah. Keasaman ini diukur menggunakan suspensi tanah-air dengan nisbah 1 : 1; 1 : 2,5; dan 1 : 5. Keasaman ini ditulis dengan pH (H2O). Tipe keasaman potensial atau keasaman tertukarkan dihasilkan oleh ion H+ dan Al3+ tertukarkan yang diabsorbsi oleh koloid tanah. Potensial keasaman diukur dengan menggunakan larutan tanah-elektrolit, pada umumnya KCl atau CaCl2. Karena ion H dan Al yang diabsorbsi koloid tanah dalam keadaan seimbang (equilibrium) dengan ion H+ dalam larutan tanah maka terdapat hubungan yang dekat antara kejenuhan (H+Al) dan pH, demikian juga dengan persentase kejenuhan basa pada pH. Tanah yang ekstrem asam dengan (H+Al) mendekati 100% kurang lebih mempunyai pH sama dengan asetat pH 3,5 Keasaman (pH) tanah diukur dengan nisbah tanah : air 1 : 2,5 (10 g tanah dilarutkan dengan 25 ml air) dan ditulis dengan pH2,5(H2O). Di beberapa laboratorium, pengukuran pH tanah dilakukan dengan perbandingan tanah dan air 1 : 1 atau 1 : 5. Pengukuran pada nisbah ini agak berbeda dengan pengukuran pH2,5 karena pengaruh pengenceran terhadap konsentrasi ion H.
 
Derajat Keasaman Tanah (pH meter)
Sifat keasaman dan kebasaan tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. (Menurut Kartasapoetra dan Sutedjo, 1985) pH tanah adalah suatu ukuran aktivitas ion hydrogen dalam larutan air tanah dan dipakai sebagai ukuran keasaman tanah. Sebetulnya keasaman dan kebasaan tanah merupakan pencerminan kadar, baik ion H+ maupun ion OH-.
Kadar ion H+ biasanya dinyatakan dalam besaran pH, yaitu -log [H+], yang kadar H+ dinyatakan dalam satuan g per liter. Didalam tanah selain ion H+ ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H+. Pada tanah – tanah yang asam, jumlah ion H+ lebih tinggi dari pada jumlah ion OH-.  Sedangkan pada tanah alkalis, kandungan OH- lebih banyak dibandingkan ion H+.  Bila kandungan OH- sama dengan H+ maka tanah bereaksi netral, yaitu mempunyai pH = 7Nilai pH berkisar dari 0 – 14.  pH = 7 disebut netral sedang pH < 7 disebut asam, dan pH > 7 disebut alkalis. Besaran nilai pH tersebut didasarkan atas besarnya konstanta disosiasi air murni, yaitu:

HOH                  H+ + OH-
H+ + OH- = 1.10-14 = konstan

Penentuan nilai pH dapat dikerjakan secara elektrometrik dan kalorimetrik. Baik dilaboratorium maupun dilapangan. Elektrometrik reaksi tanah ditentukan antara lain dengan pH meter, sedangkan kalorimetrik dapat dikerjakan dengan kertas pH dan larutan pH universal. Biasanya nilai pH yang lebih besar dari 7 menunjukkan adanya karbonat – karbonat Ca atau Mg yang bebas, tanah yang mempunyai lebih tinggi dari 8,5 hampir selalu mengundang sejumlah Na yang dapat ditukarkan.
PH tanah umumnya berkisar dari 3,0 – 9,0. Di Indonesia umumnya tanah bereaksi asam dengan pH 6,0 – 6,5 sering dikatakan cukup netral, meskipun masih agak asam. Tanah permukaan dikawasan kering dicirikan oleh pH 7,0 sampai 9,0. Disini sebagian basa ada yang membentuk garam yang mengendap berupa CaCO3, Na2CO3 dan NaCl. Garam – garam ini menjadi cadangan kation basa yang dapat mempertahankan kejenuhan basa tinggi pada kompleks jerapan.
Keasaman atau kebasaan tanah bersumber dari sejumlah senyawa. Air adalah sumber kecil ion H karena disosiasi molekul H2O lemah. Sumber – sumber besar adalah asam – asam organic dan anorganik. Proses yang menghasilkan ion H+ adalah respirasi akar dan jasad penghuni tanah, perombakan bahan organic, pelarutan CO2 udara dalam lengas tanah, hidrolisis Al, nitrifikasi, oksidasi N2, oksidasi S, dan pelarutan, serta penguraian pupuk kimia. Sedangkan sumber – sumber kebasaan adalah  garam – garam basa, amonifikasi, dan hasil batuan basa, ultrabasa. Pada umumnya unsure hara mudah diserap tanaman pada pH sekitar 7 atau pH netral. Karena pada pH tersebut kebanyakan unsure hara mudah larut dalam air. Pada tanah masam unsur P tidak dapat diserap tanaman karena diikat atau difiksasi oleh unsure Al. Sedangkan pada tanah alkalis unsure P juga tidak dapat diserap tanaman karena difiksasi oleh Ca.
Mengetahui PH tanah sangat penting dan akan sangat membantu, Menurut Hardjawigeno, 1995 pentingnya mengetahui pH adalah :
1.    Menentukan mudah tidaknya unsure-unsur hara diserap tanaman.
2.    Menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun.
ü  Pada reaksi tanah asam, unsur-unsur juga menjadi mudah larut, sehingga ditemukan unsure mikro dalam jumlah yang banyak. Sedangkan kebutuhan tanaman akan unsure mikro sangatlah sedikit.
ü Pada tanah-tanah rawa, pH yang terlalu rendah (sangat asam) menunjukkan kandungan sulfat yang tinggi, yang juga merupakan racun bagi tanaman.
ü  Tanah yang terlalu basa juga sering mengandung banyak garam-garam yang terlalau tinggi, yang juga dapat menjadi racun bagi tanaman.
ü  Mempengaruhi perkembangan mikroorganisme
Bakteri berkembang baik pada pH 5,5 atau lebih, sedangkan pada pH kurang dari 5,5 perkembangannya sangat terhambat.
Untuk mengubah pH tanah dapat dilakukan dengan cara :
1 .Tanah yang terlalu asam dapat dinaikkan pHnya dengan menambah unsur kapur didalamnya.
2. Tanah yang terlalu basa dapat diturunkan pHnya dengan menambahkan unsur belerang kedalamnya.
BAB II
Alat dan Bahan


1.      Timbangan
2.      Mesin pengocok (shaker)
3.      Tisu
4.      Air suling
5.      Larutan pH4 dan pH7
6.      Ph meter
7.      Botol kocok

CARA KERJA 

1.      Menimbang 10 gram tanah yang telah di ayak
2.      Memasukan kedalam botol kocok
3.      Menambahkan air suling 10 ml (untuk pH H2O)
4.      Memberi label pada tabung film
5.      Mengocok dengan mesin pengocok (shaker) selama 30 menit
6.      Mendiamkan + 10 menit
7.      Mengukur pH tanah dengan pH meter yang sudah distandarisasikan dengan larutan standar Ph4 dan Ph7
8.      Setelah 1 sampel , bilas elektroda dengan air suling dan mengeringkan dengan tisu, kemudian melanjutkan dengan sampel tanah berikutnya
9.      Melakukan hal yang sama untuk Ph KCL.

BAB III
Hasil dan Pembahasan
a.      Hasil

KELOMPOK
LARUTAN H2O
LARUTAN KCL
1
5,72
4,06
2
5,76
4,07
3
4,16
4,05
4
5,16
4,24
Rata-rata
19,88/4 = 4,97
16,42/4 = 4,10

pH H2O = 5,72+5,76+4,16+5,16 = 19,88
pH KCL = 4,06 + 4,07 + 4,05+ 4,24 = 16,42

b.     Pembahasan

Berdasarkan hasil di atas terlihat bahwa tanah mempunyai tingkat keasaman yang berbeda-beda,dapat dilihat pada tabel di atas dimana pada
·         pH tanah pada larutan H2O mencapai tingkat keasaman mulai dari 5,72 ;5,76 ;4,16dan 5,16 tingkat rata-rata keasaman tanah pada larutan H2O adalah 4,97
·         Tingkat keasaman tanah pada larutan KCL mulai dari 4.06 ;4,07 ;4,05 ;4,24. Tingkat rata-rata keasaman tanah pada larutan KCL adalah 4,105
Apabila tanah mengadung PH tanah lebih dari 7 di sebut Basa dan sebaliknya jika kurang dari 7 di sebut tanah mengadung masam. Hasil dari praktikum setiap kelompok berbeda-beda tergantung jenis tanah tersebut.


KESIMPULAN

Dari praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Setiap tanah memiliki pH yang berbeda.
2.      Dari praktikum ini didapat rata-rata dari masing-masing tingkat keasamannya yaitu pada tingkat pH tanah dalam larutan H2O mencapai 4,97  dan pada larutan KCL 4,105
3.      PH tanah dapat dibagi menjadi 3 yaitu PH tanah kurang 7 maka unsur tersebut
4.      mengadung Masam dan sebaliknya lebih dari 7 disebut Basa.




DAFTAR PUSTAKA



Hardjowigeno.Sarwo.2010.ilmu Tanah.jakarta:Akapres
LaporanPraktikumpertanian. Blogspot. Com tgl 15 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar